<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuliskan Kisah Yang Masih Teringat</title>
	<atom:link href="http://lakuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lakuku.wordpress.com</link>
	<description>Belajarlah selagi masih bisa belajar</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2011 14:28:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lakuku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7256e55f3ea0dfc615e9154e4fefb2bd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Menuliskan Kisah Yang Masih Teringat</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lakuku.wordpress.com/osd.xml" title="Menuliskan Kisah Yang Masih Teringat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lakuku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>11-11-2011=11-11-1111-11-1111</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/11/11-11-201111-11-1111-11-1111/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/11/11-11-201111-11-1111-11-1111/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 11:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor-ngidul]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[11 Nopember 2011]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Jum’at 11-11-11 tepat jam 11:11:11 hanyalah detik biasa dihari Jum’at seperti detik-detik yang lain dihari lain. Hanya kebetulan saja angkanya satu semua itupun kalau kita menutup mata pada angka 20 pada angka tahun 2011. Kalau hari ini istimewa maka masih lebih istimewa 900 tahun yang lalu yaitu 11-11-1111 11:11:11. Kalau tanya apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=64&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini Jum’at 11-11-11 tepat jam 11:11:11 hanyalah detik biasa dihari Jum’at seperti detik-detik yang lain dihari lain. Hanya kebetulan saja angkanya satu semua itupun kalau kita menutup mata pada angka 20 pada angka tahun 2011.</p>
<p>Kalau hari ini istimewa maka masih lebih istimewa 900 tahun yang lalu yaitu 11-11-1111 11:11:11. Kalau tanya apa yang terjadi pada saat itu, sungguh aku tak tahu… bahkan mbah google pun tidak tahu tapi yang pasti Tuhan yang Maha Tahu.</p>
<p>Supaya hari ini menjadi istimewa, marilah kita jadikan hari ini detik ini 11-11-11 11:11:11 sebagai momentum dalam diri kita. (minjem istilah fisika yang sebenarnya aku kurang tahu artinya…:D … hanya ikut-ikutan saja) Momentum untuk menjadi diri yang lebih baik. Baik bukan hanya untuk pribadi kita saja melainkan baik yang bisa menularkan kebaikan kepada lingkungan disekitar kita.</p>
<p>Sungguh indah nan membahagiakan  ketika kita menjadi pribadi yang baik berada di dalam keluarga yang baik dan lingkungan yang baik pula. Tetangga kita baik, tempat mencari nafkah kita juga baik, negara menjadi lebih baik bahkan dunia menjadi penuh dengan kebaikan.</p>
<p>Bisa hidup di dunia yang penuh dengan kabaikan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri apalagi kalau kita punya andil dalam kebaikan itu. Marilah kita berbahagia saat ini juga karena kita tercipta untuk bahagia. Bahagia tidak pandang bulu, tidak pandang suku, ras dan agama. Bahagia juga tidak pilih kasih, siapa saja bisa bahagia karena bahagia ada di HATI kita.</p>
<p>Selamat berbahagia di hari yang istimewa.</p>
<p>Tularkan virus kebahagiaan keseluruh dunia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=64&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/11/11-11-201111-11-1111-11-1111/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buka Mata Buka Hati</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/01/buka-mata-buka-hati/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/01/buka-mata-buka-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 04:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[kasihan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore di Sabtu, sekitar jam 17.20 aku pulang dari mengajar di MA Miftahul Khair di Curug Tangerang. Alhamdulillah tidak turun hujan walaupun cuaca agak mendung. Jalanan cukup padat oleh orang-orang yang kembali dari beraktifitas. Mulai dari anak-anak sekolah sampai ke bapak-bapak dan ibu-ibu yang entah dari mana atau hendak kemana. Ketika melewati jalan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=59&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/11/mata.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-60" title="mata" src="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/11/mata.jpg?w=594" alt=""   /></a></p>
<p>Suatu sore di Sabtu, sekitar jam 17.20 aku pulang dari mengajar di MA Miftahul Khair di Curug Tangerang. Alhamdulillah tidak turun hujan walaupun cuaca agak mendung. Jalanan cukup padat oleh orang-orang yang kembali dari beraktifitas. Mulai dari anak-anak sekolah sampai ke bapak-bapak dan ibu-ibu yang entah dari mana atau hendak kemana.</p>
<p>Ketika melewati jalan yang yang sedikit rusak aku melambatkan laju sepeda motor yang aku kendarai. Tiba-tiba dari arah depanku seorang ibu-ibu dengan dua orang anak berusaha menghentikanku. Dari pinggir jalan dia mengangkat tangannya kearahku seperti orang menghentikan angkutan umum sambil meneriakkan sesuatu. Aku menepikan motorku kira-kira dua meter dari ibu-ibu tadi. Sambil menengok kebelakang aku bertanya: ada apa bu?</p>
<p>Si ibu berjalan menghampiriku sambil mengulangi perkataannya: “Pak…, boleh ngikut sampai Rancagong enggak ??”.</p>
<p>Sambil memperhatikan keadaannya aku menjawab: “Boleh-boleeehh…, ayo bu…!”</p>
<p>Ternyata ibu itu adalah seorang ibu berumur tiga puluhan tahun. Pakaiannya agak lusuh membawa sebuah buntalan plastik di tangan kirinya. Tangan kanannya menuntun seorang anak laki-laki empat tahunan dan digendongnya seorang anak perempuan dua tahunan.</p>
<p>Setelah dia naik aku bertanya: ibu dari mana..?</p>
<p>“Saya dari siang mau menjual baju … tapi ga ada yang mau beli” jawabnya agak terbata-bata. Dia melanjutkan dengan nada sedih : “dari tadi saya memberhentikan orang….tapi ga ada yang mau berhenti.”</p>
<p>Saya enggak berani bertanya lagi karena khawatir menambah kesedihannya. Tadinya saya menduga kalau si ibu ini mau pergi ke rumah kerabatnya di Rancagong. Tetapi ketika dia berkata mau menjual baju, saya berpendapat lain.  Walaupun dia bilang mau menjual baju, saya tidak mempunyai dugaan bahwa dia adalah pendagang baju menilik dari keadaannya.</p>
<p>Ketika dalam perjalanan dia sempet menceritakan keadaannya tanpa saya tanya. Dari tempat dia naik motor saya sampai ke Rancagong kira-kira berjarak dua setengah kilometer. Karena kondisi jalan yang ancur, perjalanan itu memakan waktu sekitar 5 menitan. Mungkin sekedar untuk mengurangi rasa sedihnya dia bercerita dengan kalimat yang terputus-putus.</p>
<p>“Saya menjual baju saya….. tiga potong …. Tapi ga ada yang mau beli,  padahal tidak mahal…” dia melanjutkan cerita dengan agak terisak. “…cuman dua puluh ribu untuk membeli susu anak saya yang kecil.., anak saya yang gede mau saya tinggal dirumah tapi tidak mau karena ga ada yang nemenin…”</p>
<p>“suami saya kerja keJakarta…., sudah dua minggu tidak pulang…biasanya seminggu sekali dia pulang..”</p>
<p>Dalam hati saya berkata: “Kasihan sekali ibu ini… hanya untuk mencari uang dua puluh ribu dia rela jalan berkilo-kilo meter untuk menjual baju”</p>
<p>“Lebih kasihan lagi anaknya yang barulimatahunan itu … yang terpaksa berjalan kaki mengikuti ibunya…” hati saya terenyuh…hampir saja saya menitikkan air mata.</p>
<p>Ketika sudah dekat kampung Rancagong, saya bertanya: “Bu.., mau turun sebelah mana…, saya mau belok kekiri..” Sebenarnya tujuanku ke Rancagong juga , masih satu kelurahan dengan alamat yan gdituju ibu ini… hanya beda RW saja.</p>
<p>“di depan situ saja pak… “ jawabnya sambil menunjuk ke depan “ya udah sini aja pak” katanya kemudian. Dalam hati saya berkata: “Inikantetangga kampung saya”</p>
<p>Setelah si ibu dan anaknya turun.. saya merogoh kantong celana saya dan saya keluarkan semua duit yang ada disitu sisa beli bensin tadi. “ini buat anaknya bu..” kataku. “udah pak … jangan!!” Si ibu berusaha menolaknya tapi akhirnya di terimanya juga uang yang tidak seberapa tadi.</p>
<p>Dalam hati aku berdoa “mudah-mudahan uang tiga puluh ribu tadi bisa menutupi kebutuhannya sampai suaminya pulang”. Hari itu adalah hari Sabtu..mudah-mudahan suaminya pulang dengan membawa pulang uang yang sangat banyak buat keluarganya.</p>
<p>Ya Allah ternyata masih banyak orang-orang yang kekurangan disekitarku. Maafkan aku ya Allah , kalau aku kurang bersyukur atas nikmat yang senantiasa Engkau berikan kepada kami sekeluarga. Kehidupan kami ternyata masih jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang rela berjalan berkilo-kilo meter hanya untuk mendapatkan sedikit uang. Uang yang menurut kami tidak seberapa ternyata sangat besar nilainya buat orang lain.</p>
<p>Ya Allah bukalah mata dan hati kami sehingga kami bisa dan mau membantu orang-orang yang kekurangan dan jadikanlah kami orang yang mampu mensyukuri nikmat yang Engkau berikan kepada kami.  Amienn.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=59&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/11/01/buka-mata-buka-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/11/mata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di balik Pilkada Gubernur Banten</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/24/di-balik-pilkada-gubernur-banten/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/24/di-balik-pilkada-gubernur-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 03:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor-ngidul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Perhitungan suara Pilgub Banten tengah berlangsung. Dari perhitungan sementara pasangan Atut-Rano masih memimpin perolehan suara. Kemungkinan besar dalamlimatahun kedepan Banten masih akan dipimpin orang yang sama. Sebagai warga Banten yang baik   , saya-pun ikut memberikan hak pilih saya. Bagi saya siapapun yang menang tidak menjadi masalah asalkan diraih dengan kejujuran .. Kalau ga jujur gimana? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=56&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhitungan suara Pilgub Banten tengah berlangsung. Dari perhitungan sementara pasangan Atut-Rano masih memimpin perolehan suara. Kemungkinan besar dalamlimatahun kedepan Banten masih akan dipimpin orang yang sama.</p>
<p>Sebagai warga Banten yang baik   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , saya-pun ikut memberikan hak pilih saya. Bagi saya siapapun yang menang tidak menjadi masalah asalkan diraih dengan kejujuran ..</p>
<p>Kalau ga jujur gimana?</p>
<p>Yaa mau gimana lagi , pasrah aja deh sama yang kuasa.</p>
<p>Mau protes juga protes ama siapa… ? Mau demo ke PKUD juga percuma kalau sendirian.</p>
<p>Yaa dengan tulisan inilah saya curhat pada kalian semua..</p>
<p>Saya tidak bilang telah terjadi kecurangan dalam pilgub kemaren, saya hanya akan menuliskan sedikit fakta yang saya temui selama dua hari kemaren semenjak hari penyoblosan…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari Sabtu 22 Oktober 2011:</p>
<p>Pagi-pagi sekali, sekitar jam enaman…isteriku membeli sayuran untuk membuat sarapan pagi di tukang sayur di RT tetangga. Di kios kecil tukang sayur itu beberapa ibu-ibu sedang memilih sayuran. Tangan-tangannya membolak-balik sayuran mencari yang sayur yang mereka inginkan. Selain tangan yang bekerja, mulut merekapun tak hentinya nyerocos ngerumpi ngalor ngidul… (udah biasa… hehehe)</p>
<p>Dari salah satu mulut ibu-ibu tersebut keluar kalimat seperti ini: “Lumayan…beli sayur hari ini gratis, semalam dapat serangan fajar 20000 dari Atut.”</p>
<p>Lantas ditimpali oleh ibu-ibu yang lain.., ternyata diantara mereka ada yang mendapat uang 20000 dan ada yang tidak dapet. Katanya sih .. dari atut..</p>
<p>Saya tidak tahu kebenaran cerita mereka dan saya tidak berusaha untuk mencari tahunya…</p>
<p>Kata saya dalam hati : Ga mungkinlah dari atut, mana sempet dia keluar malem-malem ke Tangerang untuk bagi-bagi duit 20000 an … (kalau oknumnya, baru mungkiiiinn…)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sore harinya sambil duduk ngopi , iseng-iseng saya membuka akun facebook saya. Salah seorang teman pasang status:  Cuma hanya 20000…hancur banten utk 5<sup>th</sup> kedepan….</p>
<p>Dan dikomentari beberapa teman yang salah satu komentarnya : mending 20000 kampung sebelah cuma indomie 20 bungkus doang, buat gadaikan Banten……..astagfirullah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya menahan keinginan saya untuk ikut berkomentar. Mending jadi pengamat independen aja lah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itu sedikit insiden yang terjadi pada hari H-pencoblosan.</p>
<p>Sehari sebelum pencoblosan, saya baru menerima kartu pemilih saya yang dititipkan melalui kakak ipar. “Koq cuman satu… “ kata saya “ mana kartu pemilih istri saya?”</p>
<p>“Engga ada, tahu kebintal kemana? Emang dari sananya ga ada..” jawabnya.</p>
<p>Saya hanya bisa menggerutu..</p>
<p>Malam harinya kebetulan ada acara ngeriung syukuran rumah baru tetangga. Beberapa orang ngomongin masalah pilgub. Kakak ipar saya yang satu lagi berkata : Kenapa saya ama isteri enggak dapat kartu pemilih yaa ? apa enggak kedata di RT yaaa?</p>
<p>Menyimak obrolan tetangga ternyata banyak juga warga RT saya yang tidak mendapatkan kartu pemilih. Dari keluarga isteri saya saja ternyata dari sepuluh orang anggota keluarga yang mempunyai hak pilih, hanya empat orang yang mendapat kartu pemilih.</p>
<p>Selain isteri saya, yang enggak mendapatkan kartu pemilih adalah Ibu mertua saya , dan dua orang suami istri kakak ipar saya.</p>
<p>Dari keluarga saya aja, berarti 60 % anggota keluarga tidak bisa mendapatkan hak pilihnya, belum dari tetangga-tetangga dan dari desa-desa atau daerah-daerah lainnya.</p>
<p>Pada waktu pencoblosan saya sempatkan diri untuk menanyakan hal ini kepada KPPS saya dan dia menjawab : emang dari sananya enggak ada mas.</p>
<p>Ya sudahlah kalau begitu. Yang jelas pasangan WH udah kehilangan enam suara dari keluarga saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika mengikuti berita di salah satu stasiun TV ternyata banyak warga yang tidak bisa ikut memberikan hak pilihnya karena tidak mendapatkan kartu pemilih.</p>
<p>Apakah ini suatu kesengajaan atau bukan ? entahlah saya enggak tahu…</p>
<p>Saya hanya bisa berharap dan berdo’a mudah-mudahan Banten akan menjadi lebih baik ditangan Gubernur baru terpilih nanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=56&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/24/di-balik-pilkada-gubernur-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pantaskah Membuang Bangkai Tikus ke Jalanan ??</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/19/pantaskah-membuang-bangkai-tikus-ke-jalanan/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/19/pantaskah-membuang-bangkai-tikus-ke-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 02:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor-ngidul]]></category>
		<category><![CDATA[bangkai tikus]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[hati nurani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Entah siapa yang mula-mula membuang bangkai tikus ke jalan, yang jelas sekarang ini sangat banyak pengikutnya. Kalau di tweeter, boleh berbangga hati tuh si orang yang diikutin orang banyak. Pertama kali mendapati bangkai tikus dijalan, saya hanya beranggapan “ahh hanya tikus na’as yang kelindes mobil”, tapi….. lama-kelamaan koq tambah sering… dan suatu ketika kedapatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=53&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Entah siapa yang mula-mula membuang bangkai tikus ke jalan, yang jelas sekarang ini sangat banyak pengikutnya. Kalau di tweeter, boleh berbangga hati tuh si orang yang diikutin orang banyak.</p>
<p>Pertama kali mendapati bangkai tikus dijalan, saya hanya beranggapan “ahh hanya tikus na’as yang kelindes mobil”, tapi….. lama-kelamaan koq tambah sering…</p>
<p>dan suatu ketika kedapatan tikusnya terikat didalam plastik…</p>
<p>barulah saya mempunyai anggapan lain “ohh ternyata mereka sengaja dilempar ke jalan” entah dalam keadaan mati atau hidup.</p>
<p>Bagi yang pernah berurusan dengan tikus, mungkin sedikit banyak bisa mengerti mengapa mereka melempar tikus kejalanan. Mungkin saking keselnya ama si tikus yang setiap malam mengacak-ngacak dapur rumah, membuat berantakan makanan atau sisa-sisa makanan dan meninggalkan kotoran-kototran yang sangat menjijikkan.  Belum lagi suaranya yang berisik menggangu orang tidur. Maka begitu ketangkap itu tikus, lantas lupa daratan membantainya atau yang kurang tega memasukkannya ke kantong plastik kemudian melemparkannya kejalanan hidup-hidup dan membiarkan si pengguna jalanan menghakimi si tikus.</p>
<p>Bagi yang belum pernah berurusan dengan tikus mungkin akan berkata dalam hatinya “sadis amat itu orang”</p>
<p>Tapi apakah perbuatan itu tergolong sadis ??</p>
<p>Saya tidak akan menjawabnya daripada nanti menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan… cukup kita merasakan dan menanyakannya pada hati kita.</p>
<p>Saya sebagai pengguna jalan hanya agak merasa risih dan geli aja kalau mendapati banyak bangkai tikus dijalanan. Yang jelas saya tidak ingin roda kendaraan saya menginjak mereka.</p>
<p>Kalau musim hujan tiba, tikus-tikus mati tersebut lebih-lebih menggelikan (menjijikkan) lagi. Bangkai tikus yang acak-acakan karena digilas roda kendaraan mengundang datangnya beratus-ratus lalat mendatanginya dan menimbulkan pemandangan yang menjijikkan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan para pejalan kaki yang lewat disekitarnya. Mereka pasti merasa tidak nyaman sama sekali. Pemandangan yang menjijikkan tersebut masih di tambah dengan bau tak sedap menyengat menghampiri hidungnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau kita pemakai merasa sangat-sangat terganggu oleh bangkai-bangkai tikus tadi, apakah si “pembuang bangkai” tidak merasakan hal yang sama?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya yakin mereka masih menggunakan jalan dimana mereka melakukan aksi “buang bangkai” … , kecuali  mereka bisa terbang..</p>
<p>Kita kesampingkan dulu apakah mereka juga terganggu atau tidak atas ulah “buang bangkai” mereka. Sekarang marilah kita mencoba untuk bertanya kepada hati kita :  “ Pantaskah kita membuang bangkai tikus kejalanan? ”</p>
<p>Biarkan hati nurani anda yang menjawab dan biarlah jawabannya tetap menjadi rahasia anda sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=53&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/19/pantaskah-membuang-bangkai-tikus-ke-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilkada Banten apa pilkadal banten</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/17/pilkada-banten-apa-pilkadal-banten/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/17/pilkada-banten-apa-pilkadal-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 03:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor-ngidul]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub banten]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Adayang sedikit terasa aneh pada pilgub Banten 2011 ini. Kemaren hari Minggu tanggal 16 Oktober saya iseng-iseng nanya pada seorang warga sebuah kampung di kec Legok kab Tangerang. Saya nanya : Pak , Sabtu besok ada pilihan gubernur ya pak? Si bapak menjawab: Emang iyaa… ?  Saya malah belum tahu. Saya mencoba menjelaskan : Iya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=46&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/10/kadal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-50" title="kadal" src="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/10/kadal.jpg?w=594" alt=""   /></a></p>
<p>Adayang sedikit terasa aneh pada pilgub Banten 2011 ini. Kemaren hari Minggu tanggal 16 Oktober saya iseng-iseng nanya pada seorang warga sebuah kampung di kec Legok kab Tangerang.</p>
<p>Saya nanya : Pak , Sabtu besok ada pilihan gubernur ya pak?</p>
<p>Si bapak menjawab: Emang iyaa… ?  Saya malah belum tahu.</p>
<p>Saya mencoba menjelaskan : Iya pak, pilihan gubernur akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober besok. Udah tahu calonnya belum pak?</p>
<p>Si bapak menjawab lagi: katanya A**t (gubernur sekarang) nyalon lagi … yang lainnya saya kagak tahu. Males nyoblos ah…</p>
<p>Ini yang saya katakan sedikit terasa aneh tadi.. Pelaksanaan pilgub tinggal tujuh hari lagi, tapi koq bisa yaa..  , masih ada warga yang belum tahu. Kenapa yaa.. apa karena bapak ini kuper atau apa?</p>
<p>Sedikit gambaran tentang bapak ini. Walaupun sehari-harinya nyangkul disawah, bapak ini ga bisa dibilang kuper alias kurang pergaulan karena dia rajin shalat berjamaah dimasjid yang tidak jauh dari rumahnya. Dan biasanya sebelum atau setelah shalat berjamaah bapak-bapak jamaah masjid sering ngobrol ngalor ngidul dulu. Kecil kemungkinan event sebesar pilgub tidak ter-obrolkan sama sekali kecuali mereka sama-sama tidak mengetahuinya.</p>
<p>Kecil kemungkinan juga kalau diantara mereka tidak ada yang mengetahuinya sama sekali karena latar belakang mereka bermacam-macam.Adaburuh pabrik, ada pedagang di pasar, ada penjahit, petani dan ada juga PNS.</p>
<p>Lantas kenapa dong?</p>
<p>Tahu ah gelap…!!!</p>
<p>Mungkin mereka sependapat dengan saya, mendingan ngobrolin musim hujan yang segera akan tiba menumbuhkan harapan kesejukan menggantikan kegersangan kemarau dari pada ngobrolin janji-janji gombal dalam kampanye calon gubernur (yang tak pernah ditepatinya itu…)</p>
<p>Maaf Bapak dan Ibu calon gubernur Banten, <span style="text-decoration:line-through;">kami</span> (saya) udah skeptis duluan… tetapi dalam hati kami, kami selalu berdo’a semoga bapak atau ibu yang nantinya jadi gubernur kami, bisa amanah memimpin kami dan tentu saja membawa kesejahteraan bagi warga propinsi Banten. Jangan lupa pula pada janji-janji yang pernah diucapkan ketika kampanye. Karena janji masih seperti dulu yaitu &#8220;JANJI adalah HUTANG.</p>
<p>Harapn kami Pilkada (pilgub) kali ini benar-benar memilih gubernur yang sebenarnya bukan sekedar Pilkadal untuk memilih kadal yang akan menduduki kursi gubernur banten.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=46&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/10/17/pilkada-banten-apa-pilkadal-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakuku.files.wordpress.com/2011/10/kadal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kadal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Ikan Ketika Istirahat Sekolah</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2011/03/17/mencari-ikan-ketika-istirahat-sekolah/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2011/03/17/mencari-ikan-ketika-istirahat-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 03:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[SD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Ketika masih SD, aku mempunyai beberapa sahabat yang menjadi teman karibku. Yunus, Pardiyat dan Samsudin adalah tiga orang tiga teman karibku yang paling dekat. Karena kampungku dengan kampung Yunus dan Pardiyat berjauhan, persahabatanku dengan mereka hanya sebatas disekolah saja. Walaupun kadang-kadang aku suka main kekampung mereka atau sebaliknya. Lain halnya dengan Samsudin, karena rumah kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=35&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika masih SD, aku mempunyai beberapa sahabat yang menjadi teman karibku. Yunus, Pardiyat dan Samsudin adalah tiga orang tiga teman karibku yang  paling dekat. Karena kampungku dengan kampung Yunus dan Pardiyat  berjauhan, persahabatanku dengan mereka hanya sebatas disekolah saja. Walaupun kadang-kadang aku suka main kekampung mereka atau sebaliknya. Lain halnya dengan Samsudin, karena rumah kami berdekatan, kami hampir sehari-hari menghabiskan waktu bersama. Mulai dari berangkat sekolah, main bola,  main sepeda, main layangan sampai ngaji pada malam harinya. Tidak jarang kami bertengkar dan berantem tetapi akhirnya berteman kembali. Memang dunia anak-anak adalah dunia yang masih natural. Semua dilakukan dengan ikhlash. Berteman dengan ikhlas, berantem pun dengan keikhlasan sehingga tidak ada permusuhan yang berkelanjutan. Hampir setiap hari Minggu kami pergi ke kali untuk mencuci pakaian dan bermain bersama. Kadang kami main kejar-kejaran di bebatuan kali, berenang berkejaran, mancing atau nangkap ikan. Kami tidak pernah membawa bekal makanan dan minuman. Bila merasa haus, kami tinggal mencari mata air yang bersih dan sruputtt….. dengan kedua belah tangan kami, kami ambil air jernih tersebut langsung minum begitu saja. Tiada kekwatiran sedikitpun akan sakit perut atau lainnya karena kami yakin air tersebut masih bersih dan murni. Bila lapar, kami biasa minta jagung muda atau ubi kepada para petani disawah. Kalau nggak ada orangnya, sering juga kami ambil sebuah atau dua buah jagung muda minta tanpa seijin yang punya………… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (nyuri kaliii…) hehehehe…. Kalau nggak ada jagung dan ubi, pepaya setengah matang pun jadi untuk sekedar mengisi perut.<br />
Suatu hari aku diajak Yunus pulang kerumahnya sewaktu istirahat sekolah. Ketika itu aku duduk dikelas lima. Kami berdua berjalan kaki ke rumah Yunus yang jaraknya kira-kira 700 san meter dari sekolahan. Bukan jarak yang jauh untuk ukuran kami. Ketika pulang kami mengambil jalan memotong melalui sebuah jurang kecil. Waktu itu kami iseng-iseng turun kejurang untuk sekedar membasuh muka. Kami memilih tempat yang cukup rindang kemudian ..Byur.. cesss…………. air kali yang dingin menyegarkan wajah kami sehabis kepanasan. Rasa segar seolah masuk melalui pori-pori wajahku menjalar keseluruh tubuhku. Sungguh suatu nikmat dari Sang Pencipta yang sering terlupakan.<br />
Setelah puas membasuh muka dan tangan, kami bermaksud untuk meneruskan perjalanan. Kami melompat dari satu batu ke batu lainnya. Ketika itu mendadak Yunus melihat seekor ikan gabus yang sedang diam tiada bergerak didekat sebuah batu. “Rom.. berhenti dulu!” Teriaknya<br />
“Ada apa..?” tanyaku.<br />
“Lihat itu !” katanya sambil menunjuk keikan gabus tersebut.”kita tangkap yuk..” ajaknya<br />
“Ntar kita telat” jawabku<br />
“Nggak ah, paling-paling sebentar juga ketangkep” katanya<br />
“Ya udah…, ayok ” kataku.<br />
Dengan hati-hati kami mendekati ikan itu setelah melepas sepatu. Kami mendekati ikan tersebut dari dua arah yang berbeda. Kami berusaha menggiring ikan itu kesamping batu. Si ikan masih dengan tenang berusaha menghindar dari kepungan kami. Dia berusaha menjauhi kami, tapi jalan yang sengaja kami sisakan adalah kesamping batu itu. Akhirnya dia terpojok di bawah batu. Sekarang Yunus mulai beraksi, dia berusaha untuk lebih mendekati ikan dan clak… dia berusaha menyergapnya. Sayang sekali….. dengan cukup gesit ikan itu bisa berkelit disela-sela tangan Yunus. Beberapa kali kami berdua berusaha untuk memojokkannya lagi tapi usaha kami sia-sia sampai akhirnya si ikan berlari ke bagian yang lebih dalam.<br />
Aku lihat matahari sudah bertambah tinggi.<br />
“Nus… ayo kita cepat kembali ke sekolah!, ntar kita telat…” ajakku.<br />
Dengan seragam sekolah yang sedikit basah karena percikan air kami berlari-lari kecil kesekolah. Sepuluh kemudian kami sampai disekolahan dan ternyata halaman sekolah sudah sepi. Dengan sedikit ketakutan kami mengetuk pintu kelas lima. “Ya … masuk !” kata ibu Sri guru kelas kami.<br />
Aku memberanikan diri menuju meja bu Sri dan bilang “Maaf bu, kami telat..”<br />
“Kalian dari mana.?” Kata bu Sri sambil mengamati kami berdua.<br />
“Dari rumah Yunus bu” jawabku<br />
“Koq terlambat? Bukannya rumah Yunus dekat? ..dan.. itu.., kenapa baju kalian basah ?” kata bu Sri lagi sambil menunjuk pakaian kami yang masih sedikit basah.<br />
“Kami tadi nangkap ikan dulu bu, di kali” jawabku dengan menundukkan kepala dan malu-malu.<br />
“Mana ikannya? Ntar lagi ikannya sekalian di goreng yaa ?” kata ibu Sri yang disambut gelak tawa teman-teman sekelas kami.<br />
“Udah ! sana duduk dibangku kalian. Jangan di ulangi lagi yaa ” Katanya melanjutkan.<br />
Dengan wajah hangat memerah menahan malu kami berjalan menunduk menuju bangku kami. Aku merasa seolah tanpa berat badan melangkah menuju bangkuku diikuti tatapan dan gelak tawa seluruh kelas.<br />
Dalam hati aku bilang “ ya buu, kami nggak bakalan ngulangi lagi…” (nggak kuat menahan malunya    <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=35&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2011/03/17/mencari-ikan-ketika-istirahat-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Yang Susah Makan</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/30/anak-yang-susah-makan/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/30/anak-yang-susah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 08:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku masih kecil, bapk dan ibuku masih tinggal bersama nenek. Makanan pokok desa kami pada waktu itu adalah nasi jagung, demikian juga dengan nenekku. Mereka makan nasi jagung bukan karena tidak mampu membeli beras. Nenekku bilang kalau makan nasi jagung kenyangnya awet sampai siang sedang kalau makan nasi beras tidak. Nenekku termasuk orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=28&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku masih kecil, bapk dan ibuku masih tinggal bersama nenek. Makanan pokok desa kami pada waktu itu adalah nasi jagung, demikian juga dengan nenekku. Mereka makan nasi jagung bukan karena tidak mampu membeli beras. Nenekku bilang kalau makan nasi jagung kenyangnya awet sampai siang sedang kalau makan nasi beras tidak. Nenekku termasuk orang yang berkecukupan, sawahnya ladangnya sangat luas sehingga hasil panennya selalu melimpah. Tetapi walaupun punya beras melimpah sayang sekali jarang dimasak. Lauk untuk makan sehari-hari pun sangat sederhana. Mereka sudah merasa cukup, makan dengan semacam sayur saja. Sayur yang mereka masakpun hanya sayuran yang mudah mereka dapatkan dikebun semacam pepaya, daun singkong, pare, daun kangkung, daun adas, nangka atau kol. Sayuran ini sekali-sekali ditambah dengan tempe. Kalau nggak lebaran atau punya hajat mereka jarang sekali makan dengan lauk yang digoreng. Lauk yang mereka goreng untuk makan sehari-hari hanyalah ikan asin, itupun hanya “gereh pethek”. (sejenis ikan asin yang tipis tak berdaging) persis kaya orang kurang makan … hehehe. Lauk yang digoreng pada waktu merupakan menu yang ekslusif.<br />
Baru pada waktu lebaran atau hajatan munculah tempe goreng, perkedel , rempah (perkedel singkong berbentuk segitiga), daging, mi goreng, dan cenggereng (rempeyek).<br />
Pada waktu kecil aku termasuk anak yang susah makan.<br />
Untuk keperluan makanku, ibu selalu “ngetim” nasi (membuat nasi dengan cara memasukkan beras pada sebuah rantang kemudian direbus beserta rantangnya). Karena aku termasuk anak yang susah makan, maka nasi seperempat rantang cukup buatku untuk makan sehari. Dipagi hari biasanya aku diberi “sabu” (sarapan bubur)  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , ibuku biasa membelikanku sepiring bubur nasi dengan diberi juroh “juroh” (gula merah dicairkan dengan dimasak, menyerupai kecap). Dikampungku orang biasa menjual bubur nasi dipagi hari. Menu yang mereka sediakan ialah bubur sambel godhog  tahu (sambel tumpang), bubur juroh (buat anak balita), bubur ketan dan  nasi sambel godhog. Pada waktu kecil aku lebih suka makan sama krupuk dari pada sama “juroh”. Dan krupuk ini menjadi makanan kesukaanku pada waktu itu. Aku masih inget, pada waktu itu aku sering ngutang krupuk ke “mbah Ju” si tukang bubur. Setiap hari aku bisa ngutang lima sampai sepuluh krupuk…. (Hehehe … rakus amat yaa). Biasanya nenekku akan marah-marah kalau aku dikasih makan sama krupuk katanya nggak baik anak kecil dikasih makan krupuk. (maksudnya nggak ada gisinya kali). Dan biasanya bapak selalu membelaku dengan alas an dari pada nggak mau makan. (Maaf yaa mbah (nek) dan bapak… aku selalu membuatmu berantem).<br />
Masalah makan ini, juga sering membuat ibuku marah-marah. Diantara kebiasanku ialah aku selalu pegang janji … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . (pegang janji koq bikin marah) Iya .. emang benar karena aku sering minta makan (nasi) begini:<br />
Mak (bu..) aku minta nasi sesendok aja… Kemudian ibuku ngambilin nasi setengah piring kurang dan karena berkomitmen pada ucapan, maka nasi yang kumakan ya benar-benar satu sendok. Dan selebihnya aku tinggalkan begitu aja , kalau udah begitu ibuku sering memarahiku tapi aku jawab aku kan hanya minta sesendok nasi kenapa diambilinya banyak ?<br />
(Bu.. maafin anakmu yang suka membuatmu kesal ini  yaa bu..)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=28&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/30/anak-yang-susah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Yang Sedikit Bandel</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/24/anak-yang-sedikit-bandel/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/24/anak-yang-sedikit-bandel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 01:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Seperti orang dipedasaan pada umumnya, kelahiranku dibantu oleh seorang dukun beranak (katanya…. Hehehe… soalnya aku belum bisa nginget waktu itu…). Mbah Dukun beliau biasa disebut, masih sering dating kerumah sampai aku udah cukup gede. Yang aku ingat, aku sering berteriak keras memanggilnya dari halaman rumah nenekku…. (padahal rumah mbah dukun berada dikampung lain) supaya dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=21&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti orang dipedasaan pada umumnya, kelahiranku dibantu oleh seorang dukun beranak (katanya…. Hehehe… soalnya aku belum bisa nginget waktu itu…). Mbah Dukun beliau biasa disebut, masih sering dating kerumah sampai aku udah cukup gede. Yang aku ingat, aku sering berteriak keras memanggilnya dari halaman rumah nenekku…. (padahal rumah mbah dukun berada dikampung lain) supaya dia dating mengurutku. Tentu saja dia nggak bisa mendengarku… , tapi seingatku dia sering datang kerumah untuk mengurutku…<br />
Entah sampai umur berapa umurku aku masih diurut sama beliau. Agak gedean dikit kira-kira umur tiga tahunan … (barang kali karena waktu itu aku belum punya adik, sedang adikku berjarak 4 tahun dariku) aku diajak oleh ibuku ke balai desa untuk disuntik kata orang dulu ( mungkin sekarang imunisasi ). Waktu itu aku belum tahu apa itu disuntik… tapi karena melihat banyak anak-anak kecil yang menangis aku menjadi takut. Jadilah aku mulai memberontak mengajak pulang. Nggak ingat sudah jadi di suntik atau belum, akhirnya ibuku membawaku pulang dengan dibekali sebotol kecil “obat” oleh pak mantri. Aku nggak tahu apa tepatnya isi botol itu, yang aku tahu pas disuruh meminumnya dengan sebuah sendok tercium bau khas obat yang menyengat hidung membuatku memberontak nggak mau meminumnya. Akhirnya aku di cangar (istilah orang kampungku) yaitu dipaksa meminumnya dengan dipegangi oleh bapak dan ibuku. Semenjak saat itu aku jadi takut bila diajak ke balai desa lagi…. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Semenjak kecil, asal ada bapak dirumah aku selalu ingin mengikutinya kemanapun ia pergi. Kekamar kecilpun ingin mengikutinya  … hehehe dan anehnya ini menurun pada anak keduaku yang laki-laki.<br />
Dirumah nenek aku mempunyai seorang temen bermain namanya Kusman , dia adalah anaknya saudara nenek yang suka membantu pekerjaan dirumah nenek. Perawakan Kusman agak gemuk dan badannya lebih besar sedikit dari badanku karena dia lebih tua setahunan dari aku. Seingatku aku sering mengejar-ngejar Kusman sampai membuatnya nangis. Hampir setiap hari dia menangis karena aku pukul atau aku kejar-kejar. ( Maafin aku ya paklik Kusman, aku tahu engkau hanya mengalah padaku yang masih kecil sehingga nggak melawan aku apain juga ). Aku hanya takut pada dua hal pada waktu itu yaitu pada tahi ayam dan suara kucing berantem.<br />
Lama kelamaan Kusman tahu kalau aku sangat takut pada tahi ayam, maka setiap kali aku kejar dia pura-pura duduk dan tangannya dikorekkan ke tanah, lalu diacungkannya tangannya kepadaku sambil bilang “Awas saya olesin tahu ayam lho…”, maka jadilah aku yang lari tunggang langgang saking takutnya. Tapi nggak jeri juga selalu berusaha mengusili Kusman… (aku termasuk anak yang bandel kali yaaa….. :[ ) , sampai-sampai pada suatu hari saking nggak tahannya melihat kebandelanku, bapakku mengikatku dengan tali didepan kandang sapi… (Maafin aku ya pak, pada waktu itu memang aku sangat bandel)<br />
Ternyata lucu juga ngebayangin aku pada waktu dicancang (diikat) oleh bapak. Pada waktu itu perutku diikat dengan tali yang biasa buat ngikat sapi kemudian ujung tali yang satunya diikatkan ke belandar kandang sapi…  hehehe…. Aku hanya bisa menangis ketakutan ketika sapi mendekatiku dan berusaha lari, tapi mana bisa lari…. Yang ada juga aku malah menggantung terayun kearah sapi … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  dan orang-orang disekitarku malah tertawa dengan keras….<br />
Itulah kali balasan anak yang agak bandel… (aku nggak bandel koq, cuman agak bandel kali…)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=21&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/24/anak-yang-sedikit-bandel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disana Aku dilahirkan</title>
		<link>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/21/halo-dunia/</link>
		<comments>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/21/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 07:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mromi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lakuku.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Aku lahir kedalam gemerlapnya dunia ini pada bulan Romadhon tepatnya pada tanggal 11 Nopember 1971. Tanggal lahir yang menjadi salah satu kebanggaanku karena ternyata sama dengan tanggal lahirnya Pangeran Diponegoro. Seorang Pahlawan Nasional yang menjadi idolaku. Aku adalah anak pertama dari seorang ibu yang bernama Fatimah binti Basroil bin Suratin bin Hasan Muhammad bin Muhammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=1&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://lakuku.files.wordpress.com/2010/09/sawah1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-7" title="sawah1.jpg" src="http://lakuku.files.wordpress.com/2010/09/sawah1.jpg?w=450&#038;h=300" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Aku lahir kedalam gemerlapnya dunia ini pada bulan Romadhon tepatnya pada tanggal 11 Nopember 1971. Tanggal lahir yang menjadi salah satu kebanggaanku karena ternyata sama dengan tanggal lahirnya Pangeran Diponegoro. Seorang Pahlawan Nasional yang menjadi idolaku.</p>
<p>Aku adalah anak pertama dari seorang ibu yang bernama Fatimah binti Basroil bin Suratin bin Hasan Muhammad bin Muhammad Hasan bin &#8230; bin Pangeran Jungud Mandurorejo II</p>
<p>Ayahku bernama Mursid Ahmad bin Ahmad Sonhaji. Sayang sekali aku hanya mengetahui silsilah ayahku sampai disini saja.</p>
<p>Orangtuaku memberiku nama Muhammad Muhromi.</p>
<p>Aku lahir di sebuah kampung dipedesaan. Kampung itu bernama Sruwen desa Sruwen kecamatan Tengaran kabupaten Semarang propinsi Jawa Tengah. Sebuah kampung yang berada dikaki gunung Merbabu yang terletak tidak jauh dari jalan utama Solo Semarang.<br />
Sebuah desa yang masih asri berudara sejuk bersih jauh dari polusi udara. Pepohonan besar kecil yang menghiasi seluruh desa menambah sejuknya pemandangan. Pohon kelapa, sengon, waru, jati, lamtoro, abasia ada disana. Beraneka macam pohon buah-buahan semacam rambutan, langsat, duku, duren, alpukat, jambu, kelengkeng, pepaya, nangka, sirsak, menambah marak suasana pedesaan. Disebelah barat nampak gunung Merbabu menjulang tinggi dengan badannya yang besar diiringi disebelah selatannya oleh gunung Merapi yang tak pernah berhenti mengepulkan asap. Disebelah timur nampak hamparan sawah membentang dari utara keselatan bagai hamparan permadani yang hijau. Sungguh suatu pemandangan yang sangat elok.<br />
Setiap pagi, matahari memencar dengan cerahnya memberi kesampatan kepada segenap orang untuk menikmati hangatnya dipagi yang dingin.  Asap tipis nampak keluar dari mulut orang yang berbicara menandakan dinginnya udara pagi. Tetesan embun didedaunan berkilat-kilat tertimpa sinar matahari menambah indah pemandangan. Kicau burungpun menambah semarak pagi yang cerah.<br />
Disiang hari panas matahari menyengat sangat kontras dengan suasana pagi dan sore hari. Sebagian orang pergi kesawah , sebagian lagi kepasar ada juga yang berdagang dan buruh.<br />
Disore hari udara menjadi dingin kembali. Sinar matahari beransur-ansur hilang diiringi munculnya kabut tipis. Semakin malam udara menjadi semakin dingin. Suara jangkrik dan belalang sedikit menghangatkan dinginnya malam.<br />
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Sebuah kampung yang selalu kurindukan. Walau aku sekarang jauh di rantau orang sesekali kusempatkan pulang kampung untuk sekedar melepas rindu sekaligus refreshing mengendorkan urat syaraf yang tegang karena kesibukan.</p>
<p>Desaku yang kucinta</p>
<p>Desaku yang permai</p>
<p>Selalu ku rindukan &#8230;.  :D</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lakuku.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lakuku.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lakuku.wordpress.com&amp;blog=15993384&amp;post=1&amp;subd=lakuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lakuku.wordpress.com/2010/09/21/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5792832871baa20f1f353d32a69fa84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">romi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lakuku.files.wordpress.com/2010/09/sawah1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sawah1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
